Iblis sedang bekerja secara luar biasa untuk menghancurkan hidup manusia. Jerat yang sering digunakan olehnya adalah TIGA-TA: harTA, tahTA dan waniTA. Karena itu tidak mengherankan bila ada statement: ”Pria yang berhasil dalam hidupnya adalah pria yang mampu mengalahkan harta, tahta dan wanita.” Jerat tiga-TA ini telah memakan banyak korban di dunia ini. Tentunya pembahasan ini tidak hanya diperuntukkan bagi kaum pria, tapi juga kaum wanita. Jerat-TA yang ketiga (waniTA) di sini berbicara tentang masalah cinta, nafsu dan seks. Sedangkan harTA berkaitan dengan uang, materi dan kekayaan.
Dan tahTA berkenaan dengan jabatan, kedudukan dan popularitas.
Sebelum kita mempelajari jerat tiga-TA tersebut, kita perlu mengerti tiga sumber kejatuhan manusia menurut 1 Yohanes 2:16 yaitu: keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Tiga hal tersebut menguasai manusia yang hidup secara duniawi, yakni keinginan yang bertentangan dengan kehendak Tuhan (2:17). Mengapa tiga keinginan tersebut menjajah hidup manusia? Karena manusia tidak mengasihi Bapa, sebaliknya ia lebih mengasihi dunia ini, sehingga tabiat duniawi dominan dalam hidupnya (2:15). Karena itu kekristenan kita harus terus bertumbuh secara rohani menjadi umat Tuhan yang sungguh-sungguh mengenal dan mengasihi Bapa.
Pada bagian 1 Yoh.2:12-14 dijelaskan ada tiga tahapan menjadi orang Kristen sejati:
1. Golongan anak-anak: yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan telah menerima pengampunan dosa (ayat 12).
2. Golongan orang-orang muda: kuat iman dan hidup dalam firman Tuhan sehingga dapat mengalahkan yang jahat (ayat 13b, 14b).
3. Golongan bapa-bapa: yang dewasa rohani dan telah mengenal Bapa sorgawi (ayat 13a).
Tuhan menghendaki hidup kita mengalami peningkatan, jangan berhenti hanya sekedar percaya Yesus dan menerima pengampunan dosa, tapi menjadi umat-Nya yang kuat dan hidup dalam firman sehingga mampu mengalahkan tipu daya si jahat. Dan puncaknya, membangun hubungan intim dengan Bapa, sampai akhirnya mengenal Dia dengan benar. (bandingkan dengan pelajaran Tabernakel: Kristen halaman, Ruang Suci dan Ruang Maha Suci). Jika kita ingin hidup berkemenangan dan mampu mengalahkan jerat si iblis, maka kehidupan rohani dan iman kita harus makin meningkat dan kuat di dalam Tuhan.
1. JERAT HARTA
Banyak orang yang jatuh dalam dosa disebabkan karena jerat harta: penipuan, korupsi, pembunuhan dan kejahatan lainnya. Harta, yang meliputi uang, materi dan kekayaan, sebenarnya bukan sesuatu yang salah/jahat. Namun jika harta menjadi tujuan utama dalam hidup ini bisa menjadi jerat yang menjerumuskan kita dalam dosa. Karena itu nasihat firman Tuhan (Mazmur 62:11), ”janganlah hatimu melekat pada harta.” Sebab jika hati kita melekat pada harta, maka kasih kita kepada Tuhan akan beralih pada harta.
Sebagi umat yang menerima perjanjian berkat dari Tuhan, kita tidak perlu alergi dengan harta sebab ”Berkat Tuhan lah yang menjadikan kita kaya” (Amsal 10:22). Apakah orang Kristen tidak boleh kaya? Boleh saja, tinggal bagaimana kita menyikapi kekayaan tersebut sebagai berkat Tuhan atau tujuan hidup yang harus kita kejar mati-matian. Jika kita sadar bahwa harta/kekayaan adalah berkat Tuhan, maka kita harus dapat mengelola keuangan dengan benar. Bagaimana caranya? Kita harus berani ”menyebar harta” (Amsal 11:24) yaitu dengan cara: mengembalikan milik Tuhan (persepuluhan), persembahan untuk pekerjaan Tuhan, menolong saudara dan sanak family, serta membantu sesama yang mengalami kesulitan hidup. Tapi mereka yang menjadikan harta sebagai tujuan hidup, akan mengejar kekayaan (ingin kaya) sehingga ia akan jatuh ke dalam jerat dan dosa (1 Tim 6:9-10). Orang seperti ini jika menjadi kaya biasanya cenderung menjadi kikir dan tidak peduli dengan sesama (ingat, orang kikir tidak dapat masuk kerajaan sorga – 1 Kor. 6:9-10). Karena itu Yesus juga berfirman ”Orang kaya sukar masuk ke dalam kerajaan sorga” (Matius 19:23). Dalam konteks cerita tersebut Yesus menjawab pertanyaan seorang muda yang kaya, bagaimana caranya dapat memperoleh hidup yang kekal? Pemuda kaya tersebut menjalankan syariat agama dengan sungguh-sungguh, namun ternyata ia kikir. Karena itu Yesus memerintahkan pemuda tersebut menjual hartanya dan membagikan pada orang miskin. Ternyata ia menolak perintah Tuhan karena ia seorang yang kikir. Jerat harta telah menghancurkan kehidupan pemuda yang saleh itu.
Dalam Matius 6:19-24 Tuhan Yesus mengaitkan jerat harta dengan keinginan mata. Hawa jatuh dalam dosa bukan karena ia tidak mengerti firman, tapi karena ia jatuh dalam keinginan mata sehingga ingin menjadi seperti Tuhan (keangkuhan hidup) – Kej. 3:5-6.
2. JERAT TAHTA
Tahta di sini meliputi: jabatan, kedudukan, posisi dan popularitas. Keinginan untuk memperoleh kedudukan (tahta) biasanya dilatarbelakangi dengan keangkuhan hidup. Yesaya 14:12-14 bintang timur (KJV ”lucifer”) jatuh karena sombong/angkuh, ingin seperti Allah dan bahkan ingin menduduki tahta Allah. Lucifer adalah malaikat yang mempunyai kedudukan istimewa selain Mikhael dan Gabriel. Tapi karena keistimewaannya itu ia menjadi sombong dan mencari tahta. Akhirnya ia dihukum dan dibuang ke bumi (Wahyu 12:7-9). Karena itu kita harus berhati-hati dengan pujian yang diberikan orang lain karena keberhasilan atau kelebihan kita, jika tidak hati-hati kita bisa mencuri kemuliaan Tuhan dan membangun tahta kerajaan sendiri.
Dalam 2 Petrus 2:10,18 dijelaskan karena mencari popularitas maka seseorang bisa mencuri kemuliaan Tuhan dan bahkan menghujat Tuhan (contoh: John Lennon the Beatles, Madonna, dll). Jika sudah meras diri top/populer maka timbul keangkuhan hidup. Termasuk di dalamnya ”hamba-hamba Tuhan” dikatakan sebagai guru-guru palsu, di mana karena kharisma yang dimiliki maka ia mencuri kemuliaan Tuhan, mencari tahta dan akhirnya sombong dan menghujat nama Tuhan.
3. JERAT WANITA
Jerat yang ketiga berbicara tentang masalah cinta, nafsu dan seks. Dosa ini terkait erat dengan keinginan mata dan keinginan daging. Dari sinilah timbul perselingkuhan dan perzinahan, baik zinah badani maupun zinah hati. Zinah badani ditulis dalam Keluaran 20:14 ”Jangan berzinah” sedangkan zinah hati ditulis dalam Matius 5:28, yaitu memandang perempuan dan ”menginginkannya” (terjemahan asli ”tergeraklah syahwatnya atau terangsang). Sekalipun seseorang tidak melakukan hubungan secara badan (seks) dengan bukan pasangannya, tapi karea ia memandang dan terangsang, di hadapan Tuhan hal tersebut sudah termasuk perzinahan.
Bagaimana mengatasi jerat dosa ini? Mazmur 119:37,38 mengajarkan agar mata kita menghindar dari melihat hal-hal yang hampa. Yesus berkata, ”cungkillah matamu, penggallah tanganmu” (Mat.5:29-30), ini berbicara tentang amputasi rohani. Kita harus berani memotong sumber dari kejahatan/dosa agar lepas dari jerat dosa kenajisan.
Belajarlah untuk menerima kekurangan atau kelemahan isteri/suamimu, jangan mencoba membanding-bandingkan dengan orang lain. Dengan menghargai kekudusan hidup nikah, maka tidak akan ada perselingkuhan dan perzinahan dalam hidup nikah kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar